Showing posts with label Hidup. Show all posts
Showing posts with label Hidup. Show all posts

05 April 2018

Belajar, Terbentur, dan Terbentuk



Ketika kalian berpikir negatif pada seseorang. Tanpa sadar, kalian telah menghakimi orang itu.

Lebih mudah mana? Berusaha menyingkirkan semua kerikil tajam di sepanjang jalan, atau memakai sepatu agar kakimu tidak terluka? 

Lebih mungkin mana? Berusaha mensterilkan semua tempat agar tak ada kuman, atau memperkuat daya tahan tubuhmu sendiri?

Lebih mudah mana? Berusaha mencegah setiap mulut agar tak bicara sembarangan, atau menjaga hatimu sendiri agar tidak mudah tersinggung?

Lebih penting mana? Berusaha menguasai orang lain, atau belajar menguasai dirimu sendiri?

Yang penting bukan bagaimana orang harus baik padamu, melainkan bagaimana engkau berusaha baik pada orang lain terlebih dahulu. Bukan orang lain yang membuat engkau bahagia, melainkan sikap dirimu sendirilah yang menentukan engkau bahagia atau tidak.

Setiap waktu yang telah kau habiskan dalam hidup ini, tidak akan terulang kembali. Pergunakanlah waktu yang ada untuk tetap BELAJAR. Belajar dari masa lalu untuk persiapan hari esok yang lebih baik. Hiduplah seperti orang arif, usahakanlah supaya engkau mengerti Hakekat Hidup ini.

Dalam Hidup ada PROSES,  BELAJAR. Tanpa ada batas UMUR. JATUH, bangun lagi. KALAH, coba lagi. GAGAL, bangkit lagi. PERCAYALAH.. SEBAB TIDAK ADA YANG MUSTAHIL KALAU KITA SUNGGUH2 BERUSAHA. TERBENTUR dan TERBENTUR lagi. Sampai kamu semua TERBENTUK.

Sumber : WAG , penulis asli bisa klaim disini. 

01 July 2016

Renungan Pagi




Saudara2ku, ini ada Renungan yang Menyejukkan...*  

*Aku belajar dgn lebih banyak diam,* daripada lebih banyak bicara...

*Aku belajar bersabar* dari sebuah kemarahan...

*Aku belajar mengalah* dari sebuah keakuan,

*Aku belajar tersenyum* dari suatu kesedihan...

*Aku belajar tegar* dari suatu kehilangan...

*Hidup adalah BELAJAR.....*   
*Belajar bersyukur* meskipun tak puas...  
*Belajar ikhlas* meskipun tak rela....  
*Belajar taat* meskipun berat...  
*Belajar memahami* meskipun tak sehati...  
*Belajar sabar* meski terbebani...  
*Belajar memberi* walaupun tak seberapa ....
*Belajar mengasihi* meski tersakiti....  
*Belajar tenang* meski gelisah...
*Belajar percaya diri* meski sulit...
*Belajar tabah* meski ujian banyak menerpa... 

Aku belajar...
_*bahwa tidak setiap saat hidup ini indah,*_  kadang ALLAH  menyapaku melalui berbagai cara.  
Tetapi aku tahu bahwa DIA tidak pernah meninggalkanku, 
*_Sebab itu aku belajar menikmati hidup dengan bersyukur..._*    

Aku belajar.... 
*_bahwa tidak semua yang kuharapkan bisa menjadi kenyataan,_*
kadang ALLAH  membelokkan rencanaku KARENA TAK SESUAI DENGAN RENCANA-NYA.
Tetapi aku tahu bahwa itu lebih baik dari yang mampu  kurencanakan, 
sebab itu aku belajar menerima semua itu dengan sukacita.    

Aku belajar.... 
_*bahwa ujian itu  pasti datang dalam hidupku,*_  karena Allah *pasti* menguji ummatNYA yang beriman...

*_Aku tak mau dipengaruhi setan untuk marah dan emosi,_*
aku tak mau menyalahkan orang lain, 
juga tidak mungkin aku berkata "ALLAH" tidak adil.  
Karena aku tahu bahwa semua itu tidak akan melampaui kekuatanku,

*_sebab itu aku belajar menghadapinya dengan sabar dan tawakal...._*

Aku belajar.... 
*_bahwa tidak ada kejadian yang harus disesali & ditangisi_*, karena semua adalah rancangan-NYA yang indah.

Maka dari itu aku belajar bersabar & bersyukur  dalam segala perkara.  
*_Karena semua itu menyehatkan jiwa & menyegarkan hidupku..._*    


• Ketika "Kaki" sudah tak kuat berdiri... "BERSIMPUHLAH"...
  
• Ketika "Tangan" sudah tak kuat menggenggam... *"LIPATLAH"...*
  
• Ketika "Kepala" sudah tak kuat ditegakkan... *"MENUNDUKLAH"...*
  
• Ketika "Hati" sudah tak kuat menahan kesedihan, *"MENANGISLAH "...*

• Ketika "Hidup" sudah tak mampu untuk dihadapi, *"BERSABARLAH",* *"BERSUJUDLAH ",**" BESERAH DIRILAH", "BERDO'A-LAH"...* 

ALLAH  selalu setia bersama kita...  
dan apa saja yang kita minta dalam DO'A dengan penuh keyakinan,  DIA akan mengabulkannya... 
*_Dengan syarat, kita harus selalu bertakwa padaNya..._*   

ALLAH mendengar lebih dari yang kau katakan...

ALLAH  menjawab lebih dari yang kau minta...

ALLAH memberi lebih dari yg kau inginkan...
    
Karena, di belakangmu ada kekuatan yang tak terhingga... 
di hadapanmu ada kemungkinan tanpa batas, disekitarmu ada kesempatan yang tiada akhir...
Lebih dari itu, di atasmu ada ALLAH yang selalu menyertaimu... 
Yakinilah...

*_Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.…_*

# Ingatlah saudaraku...
*Cinta Allah padamu abadi, seperti lingkaran, tak berawal dan tak  berakhir...*

25 May 2016

Cinta Yang Tulus kadang Terlihat seperti Pengkhianatan


Lagi lagi sebuah cerita tentang kedewasaan hidup yang sayang jika tidak dibagi disini.

Dari grup WhatsApp. Pengarang asli mohon bisa meng- claim tulisan ini.

Sebuah kapal pesiar mengalami kecelakaan di laut dan akan segera tenggelam. Sepasang suami istri berlari menuju skoci untuk menyelamatkan diri. Sampai di sana, mereka menyadari bahwa hanya ada tempat untuk satu orang yang tersisa. Segera sang suami melompat mendahului istrinya untuk mendapatkan tempat itu. Sang istri hanya bisa menatap kepadanya sambil meneriakkan sebuah kalimat sebelum skoci menjauh dan kapal itu benar-benar menenggelamkannya.

Guru yang menceritakan kisah ini bertanya pada murid-muridnya, “Menurut kalian, apa yang istri itu teriakkan?”

Sebagian besar murid-murid itu menjawab, 
“Aku benci kamu!” 
“Kamu tau aku buta!!” 
“Kamu egois!” 
“Nggak tau malu!”

Tapi guru itu kemudian menyadari ada seorang murid yang diam saja. Guru itu meminta murid yang diam saja itu menjawab. Kata si murid, “Guru, saya yakin si istri pasti berteriak, ‘Tolong jaga anak kita baik-baik’”.

Guru itu terkejut dan bertanya, “Apa kamu sudah pernah dengar cerita ini sebelumnya?”

Murid itu menggeleng. “Belum. Tapi itu yang dikatakan oleh mama saya sebelum dia meninggal karena penyakit kronis.”

Guru itu menatap seluruh kelas dan berkata, “Jawaban ini benar.”

Kapal itu kemudian benar-benar tenggelam dan sang suami membawa pulang anak mereka sendirian.

Bertahun-tahun kemudian setelah sang suami meninggal, anak itu menemukan buku harian ayahnya. Di sana dia menemukan kenyataan bahwa, saat orangtuanya naik kapal pesiar itu, mereka sudah mengetahui bahwa sang ibu menderita penyakit kronis dan akan segera meninggal. Karena itulah, di saat darurat itu, ayahnya memutuskan mengambil satu-satunya kesempatan untuk bertahan hidup. Dia menulis di buku harian itu, “Betapa aku berharap untuk mati di bawah laut bersama denganmu. Tapi demi anak kita, aku harus membiarkan kamu tenggelam sendirian untuk selamanya di bawah sana.”

Cerita itu selesai. Dan seluruh kelas pun terdiam.

Guru itu tahu bahwa murid-murid sekarang mengerti moral dari cerita tersebut, bahwa kebaikan dan kejahatan di dunia ini tidak sesederhana yang kita sering pikirkan. Ada berbagai macam komplikasi dan alasan di baliknya yang kadang sulit dimengerti.

Karena itulah kita seharusnya jangan pernah melihat hanya di luar dan kemudian langsung menghakimi, apalagi tanpa tahu apa-apa.

Mereka yang sering membayar untuk orang lain, mungkin bukan berarti mereka kaya, tapi karena mereka menghargai hubungan daripada uang.

Mereka yang bekerja tanpa ada yang menyuruh, mungkin bukan karena mereka bodoh, tapi karena mereka menghargai konsep tanggung jawab.

Mereka yang minta maaf duluan setelah bertengkar, mungkin bukan karena mereka bersalah, tapi karena mereka menghargai orang lain.

Mereka yang mengulurkan tangan untuk menolongmu, mungkin bukan karena mereka merasa berhutang, tapi karena menganggap kamu adalah sahabat.

Mereka yang sering mengontakmu, mungkin bukan karena mereka tidak punya kesibukan, tapi karena kamu ada di dalam hatinya.

Mereka yang sering menyanjungmu setinggi langit, mungkin bukan karena engkau pahlawan, tapi mungkin karena mereka memaafkan keburukanmu.

Mereka yang selalu menghinamu dan menghakimimu, mungkin bukan karena mereka membencimu, tapi karena mereka ingin menguji ketulusan cintamu.