15 Juni 2009

Tombol ENTER dalam Visual Basic

Kadang kita perlu memberikan coding pada Visual Basic jika tombol Enter ditekan

Kadang kita perlu memberikan coding jika tombol Enter ditekan....
Berikut contoh code-nya.
Private sub text1 Keypress(keyascii as integer)
if keyascii = 13 then
' masukkan code jika tombol ENTER ditekan
end if
ed sub

Read More......

04 Juni 2009

Memasukkan File Excel ke Dalam Program Microsoft Access

Jika anda telah memiliki database dalam bentuk Microsoft Excel (*.xls), maka anda tidak perlu membuat atau memasukkan kembali data yang telah ada didalam file Excel anda tersebut. Untuk dapat menggunakan file Excel anda kedalam Microsoft Access

Jika anda telah memiliki database dalam bentuk Microsoft Excel (*.xls), maka anda tidak perlu membuat atau memasukkan kembali data yang telah ada didalam file Excel anda tersebut. Untuk dapat menggunakan file Excel anda kedalam Microsoft Access, silahkan ikuti langkah-langkah berikut ini:

Buat Database baru di Microsoft Access dengan cara:

1. Klik “Create a new file” (pada taskpane)

2. Kemudian Pilih “Blank Database”

3. Kemudian “Save” dengan nama file yang kita inginkan.

4. JIka di simpan (save), maka akan keluar lembar baru untuk membuat table dan sebagainya.

5. Misal kita memiliki file Excel, dan sudah dipersiapkan.

6. Pada Object table”, klik kanan pada lahan putih dibawah “Create table by entering data”. Kemudian Pilih “Import”.

7. Setelah klik import, maka akan muncul menu dibawah ini. Kemudian rubah file tipe menjadi Microsoft Excel dan cari file yang ingin dipindahkan ke Microsoft Access. (Misalkan disini saya menggunakan file Alamat-Dinkes2005.xls

8. Jika sudah menemukan file yang akan di pindahkan ke Microsoft Access, kemudian klik Import. Maka akan muncul tampilan seperti berikut ini:

( ) Show worksheets = artinya sheet atau lembar yang kita miliki di table Excel. Misalnya pada table saya, terdapat 3 (Tiga) Sheet table yang tersedia di dalam file Excel yang saya miliki. Kemudian pilih Tabel (Sheet) yang ingin kita gunakan. Misalkan saya menggunakan Sheet Dinkes. Saya pilih sheet dinkes, kemudian Klik Next.

9. Setelah klik Next, maka akan muncul pertanyaan untuk memilih apakah baris pertama akan dijadikan variabelnya. Pada pertanyaan ini, silahkan untuk mengklik “First Row Contains Coloumn Heading”. Setelah ini selesai, silahkan untuk mengklik Next.

10. Setelah mengklik Next, akan muncul tampilan yang menanyakan dimana kita akan menempatkan table yang telah kita miliki ini. Apakah dalam table baru atau dalam table yang sudah ada. Untuk pilihan ini, silahkan mencoba untuk memilih “In New Tabel”. Setelah memilih menu tersebut, silahkan untuk mengklik menu Next.

11. Setelah klik next maka akan muncul pesan atau hasil preview dari table kita, seperti dibawah ini. Setelah itu silahkan mengklik menu Next.

12. Pada pilihan berikutnya, anda dihadapkan dengan pertanyaan “Apakah anda akan menentukan variabel yang akan dijadikan primary key?”. Hasil tampilannya dapat dilihat dibawah ini.

Terdapat tiga pilihan dalam membuat primary key:

1. Let Access add primary key = yang artinya akan dibuat variabel primary key secara otomatis oleh access.
2. Choose my own primary key = yang artinya anda dapat memilih variabel mana yang ingin dijadikan primary key pada table yang telah dimiliki.
3. No primary key = yang artinya tidak membuat primary key pada table yang telah ada. Namun anda dapat membuat primary key secara manual (yang pernah diajarkan dulu, melalui menu table).

Jika telah selesai, silahkan untuk mengklik menu Next. Sebagai contoh, saya tidak menggunakan primary key secara otomatis, tapi saya akan membuat primary key secara manual.

13. Setelah itu klik Next, kemudian klik Finish. Maka table yang anda miliki di Excel telah di Import ke dalam bentuk Access.

NB: Membuat Primary Key: Untuk membuat primary key, silahkan masuk ke dalam table design. Kemudian klik kanan pada variabel yang diinginkan, lalu pilih primary key (gambar kunci). Pada modul terdahulu telah ada dibuatkan cara membuat primary key.


Read More......

18 Mei 2009

Enkripsi, Dekripsi, Cipher dan Kunci

Enkripsi ( encryption ) atau enciphering (standar nama menurut ISO 7498-2) merupakan proses menyandikan plainteks menjadi cipherteks. Sedangkan dekripsi ( decryption ) atau deciphering ( standar nama menurut ISO 7498-2 ) merupakan

Enkripsi ( encryption ) atau enciphering (standar nama menurut ISO 7498-2) merupakan proses menyandikan plainteks menjadi cipherteks. Sedangkan dekripsi ( decryption ) atau deciphering ( standar nama menurut ISO 7498-2 ) merupakan proses mengembalikan cipherteks menjadi plainteks semula. [5]
Enkripsi dan dekripsi bisa diterapkan pada pesan yang dikirimkan melalui media transmisi atau pesan yang disimpan di media simpan ( storage media ).
Untuk enkripsi yang diterapkan pada pesan yang dikirimkan disebut dengan encryption of data in motion, contohnya adalah pengiriman nomor PIN dari mesin ATM ke komputer server di kantor pusat sebuah bank. Nomor PIN yang ada pada kartu tetap, tapi pesan dari mesin ATM ke server bank disandikan. Sedangkan enkripsi yang diterapkan pada pesan yang disimpan disebut encryption of data at rest, contohnya enkripsi pada file teks yang tersimpan pada harddisk.
Algoritma kriptografi disebut juga cipher yaitu aturan untuk enciphering dan deciphering, atau fungsi matematika yang digunakan untuk enkripsi dan dekripsi. [3]
Konsep matematis yang mendasari algortima kriptografi adalah relasi antara dua buah himpunan yantu himpunan yang berisi elemen – elemen plainteks dan himpunan yang berisi cipherteks. Enkripsi dan dekripsi merupakan fungsi yang memetakan elemen – elemen antara kedua himpunan tersebut. Misalnya P menyatakan plainteks dan C menyatakan cipherteks, maka fungsi enkripsi E memetakan P ke C,
E(P) = C
Dan fungsi dekripsi D memetakan C ke P,
D(C) = P
Karena proses enkripsi kemudian dekripsi mengembalikan pesan ke pesan awal, maka kesamaan berikut harus benar,
D(E(P)) = P
Keamanan algoritma kriptografi sering diukur dari banyaknya kerja (work) yang dibutuhkan untuk memecahkan cipherteks menjadi plainteks-nya tanpa mengetahui kunci yang digunakan. Kerja ini dapat diekivalenkan dengan waktu, memori, uang dan lain-lain. Semakin banyak kerja yang dibutuhkan, juga semakin lama waktu yang dibutuhkan, maka semakin baik algoritma tersebut, berarti semakin aman digunakan untuk menyandiakan pesan.[3]

Read More......

Pesan , Plainteks dan Cipherteks

Pesan ( messages ) data atau informasi yang dapat dibaca dan dimengerti maknanya. Nama lain untuk pesan adalah plainteks. Pesan dapat berupa data atau informasi yang

Pesan ( messages ) data atau informasi yang dapat dibaca dan dimengerti maknanya. Nama lain untuk pesan adalah plainteks. Pesan dapat berupa data atau informasi yang dikirim melalui kurir atau media telekomunikasi lain atau yang didalam media penyimpan ( storage ).
Agar pesan tidak dapat dimengerti maknanya oleh pihak lain, maka pesan harus disandikan ke bentuk lain yang tidak dapat dipahami. Bentuk pesan yang tersandikan disebut cipherteks. Cipherteks harus dapat dikembalikan ke bentuk awal atau dikembalikan menjadi plainteks semula agar pesan dapat dibaca oleh orang yang seharusnya menerima pesan.
Komunikasi data yang menggunakan kriptografi selalu melibatkan 2 ( dua ) pihak atau 2 entitas. Pengirim ( sender ) adalah entitas yang mengirim pesan kepada entitas lain. Penerima ( receiver ) adalah entitas yang menerima pesan Entitas disini dapat berupa orang atau komputer ( machine ).
Jadi orang bisa mengirim pesan kepada orang ( Amir mengirim pesan kepada Budi ), orang kepada mesin ( Amir mengirim pesan ke Web Server ), mesin kepada orang ( Mail Server mengirim pesan kepada Budi ), atau mesin kepada mesin ( Mesin ATM mengirim pesan kepada komputer server di bank ).


Read More......

06 Mei 2009

Tentang OSS (One Stop Service)

Pelayanan perijinan terpadu atau OSS (One Stop Service) adalah sebuah satuan kerja di tingkat pemerintahan kota/kabupaten yang secara memberikan pelayanan untuk memproses berbagai dokumen publik, khususnya perizinan usaha dan investasi

Pelayanan perijinan terpadu atau OSS (One Stop Service) adalah sebuah satuan kerja di tingkat pemerintahan kota/kabupaten yang secara memberikan pelayanan untuk memproses berbagai dokumen publik, khususnya perizinan usaha dan investasi. Perizinan usaha dan investasi yang selama ini mengandung konotasi negatif : terlalu banyak, berbelit-belit, membutuhkan waktu lama dan mahal, diharapkan akan dapat lebih disederhanakan melalui pelayanan satu atap satu pintu (terpadu) yang memangkas beban administratif bagi pemerintah daerah dan memudahkan pelaku usaha mendapatkan akses sumberdaya untuk pengembangan usahanya. Konsep Lembaga ini merupakan ujung tombak pelayanan perizinan, dimana pemohon tidak perlu mendatangi berbagai instansi untuk mendapatkan izin. Pemohon hanya tinggal pergi ke kantor OSS untuk mengajukan permohonan berbagai ijin usaha atau investasi yang dibutuhkan dan di OSS pula izin yang keluarkan pemerintah daerah akan diterima pemohon, sehingga OSS dan seluruh kelengkapannya berupa
1.Pengembangan Teknologi informasi untuk kelancaran proses perijinan dan komunikasi dengan dunia usaha
2.Standar pelayanan minimal (SPM) yang dikomunikasikan kepada publik
3.Sistem penghitungan kepuasan pengguna secara berkala

Mengapa? Tujuan dari dibentuknya OSS untuk memberikan kemudahan pada dunia usaha karena dapat menciptakan iklim kondusif yang dapat meningkatkan kegairahan dunia usaha. Disamping melayani perizinan, OSS dapat dijadikan sebagai sarana bagi pemerintah daerah untuk memberikan semua informasi yang dibutuhkan masyarakat. Melalui OSS dengan seluruh kelengkapannya, pengurusan perizinan usaha akan menjadi mudah dan murah yang membuat pelaku usaha terhindar dari biaya ekonomi tinggi yang biasanya terjadi pada saat proses pengurusan izin.

Prinsip Pelayanan OSS:
1.Sederhana
2.Reliabilitas
3.Tanggung Jawab
4.Kecakapan petugas
5.Kemudahan akses
6.Ramah
7.Terbuka
8.Komunikasi petugas & pelanggan
9.Kredibilitas
10.Kejelasan & Kepastian
11.Keamanan
12.Mengerti kebutuhan pelanggan
13.Wujud nyata
14.Efisien
15.Ekonomis

Read More......
Template by : Kendhin x-template.blogspot.com