03 June 2015

Aaaaahhh, Sudahlah





Kata ini sering kita dengan dalam kehidupan sehari- hari. Demikian sederhana sehingga sering kali kita tak menyadari telah mengucapkan atau mendengarkan kata ini. Dari orang tua sampai dengan anak – anak mengucapkannya dengan mudah dan enteng.


Saat kita kelupaan membawa payung saat musim hujan, padahal rumah sudah jauh dan tak mungkin balik lagi, kita ucapkan “aaahhh , sudahlah, mau gimana lagi”. Atau saat seorang pengendara motor paling gokil mendahului kita dari kiri kemudian zigzag ke kanan terus ke kiri lagi, kita pasti kaget dan jengkel setengah mati. Kita ingin mengejarnya kemudian menumpahkan segala umpatan yang tidak ada dalam kamus bahasa Indonesia. Tapi setelah kita lihat itu tak mungkin dan beberapa pertimbangan etike lain, kita ucapkan “aaahhh , sudahlah”.



Sebuah kata yang mudah di tuliskan dan diucapkan namun sebenarnya sarat akan arti. Apa artinya yang demikian penting? Dengan mengucapkan kata ini, kita telah merefleksikan sebuah sikap yang hanya dimiliki oleh sedikit orang dengan.



Dengan mengucapkan  “aaahhh , sudahlah” dan kemudian melupakan hal yang membuat kita jengkel atau marah, berarti kita sudah bersikap tenang , tidak terburu nafsu dan tidak lekas marah. Kata anak muda jaman sekarang, itu ilmu tingkat dewa. Hehehehe.


Tidak banyak yang berhasil mencapai tingkat itu. Secara spontan kita pasti terpancing untuk mengucapkan seribu kata umpatan atau sumpah serapah jika terbentur pada keadaan yang menjengkelkan. Nafsu amarah kita lebih didepan. Padahal yang bisa mengucapkan “aaahhh , sudahlah”  sebelum umpatan atau sumpah serapah keluar,  akan mudah mencapai kebahagiaan.


Yang menjadi catatan disini, setelah kita mengucapkan “aaahhh , sudahlah” , maka kita harus dengan kesadaran sendiri melupakan kejadian menjengkelkan tersebut. Buang jauh – jauh rasa marah. Toh tidak ada hal positif yang bisa kita dapat dari marah besar pada kondisi –kondisi seperti diatas. Justru hal negatif yang bakal “nempel” terus sepanjang sisa hari kita.


Ucapkan “aaahhh , sudahlah” dan lupakan kejengkelan kita. Mudah. Simple. Tapi penuh arti positif bagi kehidupan kita. Oke?











Posted by Darto via Blogaway for Android


2 comments:

  1. saya dulu jarang sekali menggunakan kata-kata ini, tapi sejak negara tongfang menyerang... aaah sudahlah... #krikkrikkrik... saya mulai sering menggunakan kata-kata ini setelah di dipopulerkan oleh Babe Cabita...

    ReplyDelete